CERPEN SINGKAT
Kakak Kelas
Karya:
Sapric Aprilisa Reinera
Kringg
Bunyi bel sekolah dimana saat itulah siswa siswi SMA
Garuda Nusantara berhamburan keluar dari kelas mereka masing-masing untuk
menuju ke tempat parkir, halte, ataupun gerbang sekolah.
Berbeda dengan sekelompok siswi yang berjumlah tiga ini
yang lebih memilih nongkrong di kantin hanya untuk makan, ngobrol, ataupun
hanya pulang lebih lama sedikit biar parkiran agak sepi.
“Kenyang nih gue, balik yuk guys.” Annet angkat bicara setelah dirasa perutnya kenyang.
“ Ya ayok, sekolah udah sepi juga.” jawab Oline dan
diangguki oleh Clara.
Mereka bertiga pun pergi dari bangku kantin yang
mereka duduki tadi, dan berjalan menuju tempat parkira. Saat di koridor tidak
jauh dari kantin, tiba-tiba ada seseorang menabrak bahu Clara.
“Aduhh,”
ringisan kecil yang keluar dari mulut Clara
Seseorang yang menabrak bahu Clara itu pun sedang
membereskan kertas-kertas yang berserakan.
“Makanya kalo jalan tuh pake mata!” sewot seseorang
tersebut yang bernama Valdo.
Mendengar seseorang berkata seperti itu, membuat Clara
naik pitam.
“Apa lo bilang hah? Dimana-mana tuh jalan pake kaki
liat baru pake mata. Pernah sekolah gak sih lo? Bukannya minta maaf malah
nge-gas nih orang!” sahut Clara dengan nada yang menggebu-gebu.
Melihat temannya cekcok, Annet dan Oline pun melerai
keduanya. Namun yang dilerai pun masih melemparkan tatapan tajam satu sama
lain.
Sampai 1 menit kemudian
“Cabut yuk guys, ngblur lama-lama mata gue, sepet bat
dehh.” ajak Clara yang diagguki mereka
berdua.
Sekarang mereka di dalam mobil menuju pulang, dan
Clara pun masih bertanya-tanya dengan dirinya sendiri siapa cowok yang menabrak
bahunya tadi. Membayangkan wajah cowok tadi bola mata yang hijau, hidung
mancung, rahang tajam, postur tubuh yang tegap dan gagah membuat Clara terpaku
dengannya.
“Lo tau gak La cowok yang tadi bahunya lo tabrak
siapa?” tanya Annet.
Mendengar Annet bertanya seperti Clara memutar bola
mata
“Mana gue tahu, kurang kerjaan banget deh mikirin kek
gituan.”
Annet dan Oline saling tatap satu sama lain, membuat
Clara bingung dengan kedua temannya, fix sifat bodo amatnya Clara tingkat
kuadrat. Pasalnya siapa sih yang nggak kenal sama most wanted SMA Garuda Nusantara.
“Sumpah lo ya Clar, dia tuh ketua basket. Padahal lo
kan ketua dance, seharunya kenal dong.”
“Ukhuk ukhuk”
Wait wait wait, apakah Clara salah mendengar. Dia menetralisirkan
rasa yang tidak enak di tenggorokannya. Gara-gara kunyuk dua itu, membuat Clara
tersedak.
“Sial kalian berdua, bikin gue kaget aja. Emang apa hubungannya
sih kalo dia ketua basket? Bikin orang kesel aja deh.” Sungut Clara
“Gini ya Clar gue kasih tau, orang yang nabrak bahu lo
tadi namya Kak Valdo. Dia tuh terkenal banget, ya soalnya ramah, baik, plus
ganteng lagi. Ya nggak Lin?” perkataan Annet yang langsung di angguki Oline.
“Ramah pala lu peyang, orang tadi nabrak bahu gue
bukannya minta maaf malah marah-marah ga jelas. O iya satu lagi, mau dia ketua
basket, ketua pmr, ketua rohis, ketua OSIS, tetep satu kata buat dia. BODO AMAT!”
Di suatu tempat yang berbeda ada seseorang yang masih
memikirkan kejadian tadi, dimana ia tidak sengaja menabrak bahu seseorang.
Jujur saja ia sempat terpukau dengan wajah yang cantik itu, yang membuatnya
terheran-heran belum pernah ia dibentak cewek, adanya malah di puja-puja
wkwkwk. Dan kalian tahu siapa yang lagi mikir cewek tadi ialah Valdo.
Saat ini Clara berada di ruang TU, karena dia mengurus
berkas untuk lomba dance. Saat ia berbalik ke belakang, ia bertatapan dengan
mata hijau. Clara masih ingat bola mata hijau itu sekitar dua bulan yang lalu
mungkin.
“Hai.” Sapa Valdo hangat dengan senyum yang indah.
Clara terpaku dengan suara itu dan senyum yang behhhh
bikin ati adem. Seketika ingatannya tentang menabrak bahu sudah hilang sekejap
permisah.
“Kenalin nama gue Valdo. Maaf ya dulu gue nabrak bahu
lo, asli gue nggak sengaja.” Permintaan maaf yang keluar dari mulut Valdo
dengan tulus.
“Gue Clara. Iya nggak papa, lagian udah lama banget
kejadian itu, udah lupa juga.” Jawab Clara dengan senyum yang merekah.
“O iya btw ngapain Kak Valdo disini?”
“Gue kesini mau ngurus berkas-berkas untuk lomba
basket.”
“Loh sama dong, jangan-jangan lomba kita barengan
wkwk, soalnya di poster edarannya ada juga lomba basket.”
“Wait wait wait,
iya juga jangan-jangan bareng. Kalau basket mah masih satu bulan lombanya. Buat
tempatnya sih di SMA Pelita Bangsa.”
“Fix lomba kita sama kak. Yaudah gue duluan ya kak,
kalau ada info baru lagi kabarin gue. Bye
Kak Valdo” pamit Clara tambah basa-basi dikit lah ya.
Setelah kepergian Clara, Valdo terkekeh gimana mau
ngabarin, orang nomer WA, Line, Instagram aja kaga tau.
Setelah mengganti seragam sekolah dengan baju biasa,
kini Clara berjalan keluar dari kamar mandi. Kali ini Clara tidak langsung
pulang sekolah, namun ia latihan dance terlebih dahulu.
“Guys, gue
duluan ya.” Setelah beberapa jam latihan kemudian Clara pamit dengan
teman-temannya.
Saat ia menunggu jemputan, ia mersa gelisah. Pasalnya
hari semakin gelap dan supirnya belum datang juga, mana tugas rumah banyak
lagi. Belum lagi capek yang dirasakan.
“Mau pulang bareng sama gue nggak?”
Mendengar suara yang tidak asing, Clara mendonggakkan
kepala mencari sumber suara. Clara kaget ternyata Valdo yang berbicara tadi.
“Em nggak usah kak, makasih.” Tolak Clara dengan
halus.
“ Serius nggak barengan aja nih, nggak takut kalo ada
apa-apa? Yaudah gue duluan deh, bye Clara.”
“Kak Valdo, gue mau bareng.” Clara bicara setengah
teriak, saat Valdo mau pergi dari tempat.
“Yok naik buruan.”
Sampainya di depan rumah, Clara turun dari motor ninja
merah milik Valdo dan tak lupa Clara mengucapkan terima kasih. Setelah
mengucapkan terima kasih Clara berbalik arah untuk menuju ke gerbang rumahnya.
“Clara tunggu.” panggil Valdo saat Clara baru empat
kali langkahan.
Clara yang merasa dirinya dipanggil oleh Vlado,
berbalik arah lagi menghampiri Valdo.
“Ada apa kak?”
“Em anu, boleh nggak minta nomer WA?” ucap Valdo
dengan kikuk.
“Oh nomer WA, ini tulis sendiri ya.” Clara menyodorkan
hp ke Valdo.
“Makasih. Oh iya besok aku jemput ya, oke nggak ada penolakan.
Bye Clara.”
Clara masih berdiam di tempat setelah Valdo pergi,
masih nggak habis fikir dengan apa yang barusan Valdo katakan. Clara berusa
menetralkan detak jantungnya, dan berjalan menuju rumahnya.
Tengah malam Clara merasa haus sekali, dan akhirnya ia
turun dari kamarnya menuju dapur untuk minum. Setelah rasa dahaganya hilang,
Clara kembali lagi ke kamar.
Sebelum tidur
kembali Clara membuka hp, dan muncullah notif dari seseorang yang nomernya
belum di save oleh Clara. Lalu dibukalah pesan tersebut, dan ternyata pesan itu
dari Valdo.
Mengingat nama itu membuat Clara tersenyum tipis.
Apakah ia mulai ada rasa dengan kakak kelasnya itu yang berawal dari ketidak
sengajaan, atau ini hanya sebatas rasa kagum? entahlah biar waktu yang
menjawab, manusia cukup mengikuti alurnya saja.
Komentar
Posting Komentar